Layanan Tatap Muka Sementara Ditiadakan

Otoritas Jasa Keuangan Kabupaten (OJK) 8 Bali Nusa Tenggara untuk sementara waktu meniadakan layanan tatap muka dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona. Salah satunya bisa dilihat di layanan point of sale Sistem Informasi Keuangan (SLIK) mulai Rabu, 18 Maret 2020 untuk sementara online. Selama ini masyarakat datang langsung ke seluruh kantor OJK di Indonesia, layanan ini diintegrasikan SLIK Online oleh Dinas Perizinan dan Informasi Perbankan (DPIP) Jakarta.

Ia mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan OJK untuk menghindari kontak langsung dengan masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Untuk itu debitur dapat meminta informasi melalui aplikasi SLIK online yang disediakan. Debitur dapat melakukannya secara online dengan mengisi formulir giliran online di laman https://konsumen.OJK.go.id/minisiteDPLK/registrasi.
Selain itu, setelah mendapat kesepakatan yang dikirim melalui e-mail (e-mail), debitur dapat menghubungi nomor whatsapp OJK-SLIK yang tertera di email untuk verifikasi data. Setelah proses verifikasi, informasi debitur SLIK akan dikirim melalui email.

Seperti diketahui sejak SLIK yang menggantikan Sistem Informasi Debitur (SID), permintaan berdasarkan data informasi debitur (IDEB) ke OJK hingga Oktober 2019 mencapai 3.606 orang dan 26 badan usaha.

Pada Oktober 2019 saja, OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara melayani permintaan IDEB yang mencapai 236 orang. Sedangkan berdasarkan data, total permintaan IDEB pada Januari 2019 mencapai 195 individu, Februari 207 orang, 159 orang dan 1 badan usaha pada Maret, 192 orang dan 2 badan usaha pada April. Sedangkan Mei 2019 mencapai 217 orang dan 1 badan usaha, Juni 198 orang, Juli 200 orang, Agustus 208 orang, September 218 orang dan September 1 badan usaha, Oktober 236 orang.

Elyanus menjelaskan manfaat SLIK bagi kreditur adalah untuk mempercepat proses analisis kredit dan pengambilan keputusan, mengurangi risiko kredit macet, mengurangi ketergantungan jurnalis atau kreditor pada penjaminan konvensional, mendorong transparansi dalam pengelolaan kredit, pemberi kredit. dapat menilai posisi kredit calon debitur dan biaya operasional.

Sedangkan bunga bagi debitur adalah pengetahuan tentang data perkreditan bank seperti data permodalan debitur, plafon debitur, saldo hutang, kualitas kredit, beban bunga angsuran dan denda pinjaman. . Ini juga dapat mempercepat waktu yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan kredit, memberikan informasi status jaminan, dan detail pinjaman kredit.

Ini termasuk mendorong peminjam untuk menjaga reputasi kredit mereka dan pelanggan baru, terutama UKM, untuk mendapatkan akses yang lebih besar ke penyedia kredit. Elyanus mencontohkan, cakupan pelapor SLIK lebih luas dan beragam, baik di lembaga jasa keuangan maupun non lembaga jasa keuangan. Penggantian kendali BI tersebut juga memiliki infrastruktur, teknologi, dan database yang lebih baik sehingga informasi yang dikirimkan lebih lengkap, mudah, dan cepat.

Untuk itu, individu yang ingin mengajukan pinjaman baru dari LJK harus mengecek terlebih dahulu apakah mereka memiliki riwayat kredit yang buruk atau buruk. Jika kredit tidak dibayar di muka, kredit tersebut akan terus dicatat sebagai kredit buruk dan tidak dapat dipinjam oleh semua LJK.

Ia mengatakan, masyarakat bisa datang ke OJK untuk mengetahui apakah mereka memiliki sejarah pinjaman yang buruk karena tidak menutup kemungkinan ada pinjaman yang lupa bayar, sehingga terdaftar di SLIK. Contoh kartu kredit. OJK juga menegaskan bahwa dengan SLIK, debitur yang memiliki kredit macet di bidang keuangan atau LJK lainnya juga akan terlihat di catatan bank, serta LJK lainnya. Berbeda dengan era SID yang hanya muncul di sektor perbankan, sehingga ketika debitur memiliki kredit macet di bidang keuangan tidak akan terlihat di sektor perbankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *